Workshop Tambang



tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi kantor, induksi karyawan, video induksi tamu, jasa video safety,induction video,jasa video hse,safety poster,bekerja di ketinggian,alat pelindung diri,APD, APAR, Helm safety, video she, pertamina,video safety tambang,video safety mining tambang


Workshop merupakan salah satu area yang terpenting dari kegiatan penambangan, pada area workshop peralatan atau alat dan kendaraan dilakukan perbaikan dan di service secara rutin.


  1. Fasilitas Workshop

Di area workshop pada umumnya fasilitas yang dimiliki sebagai berikut :

a) Bangunan workshop.

b) Tempat pengisian BBM.

c) TPS limbah B3.

d) Oil Trap.

e).Bangunan Genset.

f) Fasilitas Sanitasi.

g) Tempat pencucian unit.

h) Area Parkir.

i) Jalan keluar masuk.


2. Aktifitas Karyawan


Di area workshop juga, ada beberapa aktivitas yang dilakukan oleh karyawan seperti :

a) Perbaikan dan service peralatan atau alat dan kendaraan.

b) Pengelasan dan gerinda.

c) Painting atau pengecatan.

d) Maintenance vessel.

e) Bekerja di ketinggian.

f) Penggunaan alat angkat dengan alat dan secara manual.

g) Pengelolaan bahan dan limbah B3.

h) Housekeeping.

i) Penggantian ban dan aktivitas lainnya.



Sebelum melakukan aktivitas pekerjaan, pastikan karyawan melakukan identifikasi bahaya sebelum bekerja dan mengelola resiko yang teridentifikasi, melakukan tahapan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja aman, pastikan tidak ada ceceran oli, solar atau grease dilantai kerja atau bahan lainnya yang menyebabkan gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan.


3. Pengelolaan Workshop


Banyak aktivitas yang harus di perhatikan dalam mengelola wokshop yang baik terutama untuk menerapkan kaidah-kaidah K3LH.

Pastikan aktivitas di workshop sebelum melakukan pekerjaan harus melakukan identifikasi bahaya, menginformasikan langkah-langkah kerja yang aman, melakukan pemeriksaan atau inspeksi secara rutin.


Unsur –unsur selain aktivitas diatas, hal-hal lain juga harus diperhatikan dalam mendukung aktivitas di area workshop seperti :


a) Manusia atau Karyawan :

  • Sebelum melakukan pekerjaan lakukan safety talk atau P5M, pastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam suatu perkerjaan mengetahui kewajiban dan langkah yang tepat dalam bekerja sesuai dengan prosedur SOP dan WIN, serta lakukan pemeriksaan atau inspeksi sebelum pekerjaan dimulai.

  • Pastikan karyawan menggunakan APD standar yang layak dan sesuai dengan jenis pekerjaannya seperti Sepatu safety, kacamata safety. Jika akan melakukan pekerjaan perbaikan atau perawatan peralatan atau alat dan kendaraan, pastikan anda mengggunakan APD tambahan berupa sarung tangan.

  • Perkerjaan pengelasan, gunakanlah APD tambahan berupa apron, face shield dan sarung tangan khusus mengelas.

  • Pekerjaan menggunakan mesin gerinda gunakan APD tambahan apron, face shield, sarung tangan khusus gerinda dan earflug.

  • Untuk pekerjaan yang mewajibkan isolasi, Pastikan karyawan telah mengimplementasikan prosedur isolasi yang dapat dilihat pada video isolasi.

b) Bahan atau Material dan Tool


Selain faktor manusia, faktor material dan alat tidak kalah pentingnya. Pastikan bahan yang digunakan tidak berdampak pada kesehatan dan mencemari lingkungan. Perhatikan juga alat-alat yang digunakan, pastikan alat-alat yang digunakan standar atau layak digunakan sesuai dengan peruntukannya. Pengawas wajib memeriksa peralatanl yang digunakan oleh mekanik. Jangan menggunakan peralatan yang tidak standar atau tidak layak pakai.


c) Alat bantu


Saat melakukan pekerjaan yang membutuhkan alat bantu sering digunakan seperti tangga, log pin ganjal dan alat angkat. Pastikan tangga yang digunakan tangga standar bukan terbuat dari kayu. Log pin yang digunakan untuk menahan beban alat. Ganjal yang digunakan harus dipastikan sesuai dengan fungsinya.


d) Prosedur kerja


Sebelum melakukan pekerjaan, pastikan karyawan mengetahui dan memahami langkah-langkah prosedur kerja aman, pastikan prosedur kerja berada di area kerja. Pengawas wajib melakukan observasi terhadap prosedur kerja aman yang di implementasikan atau digunakan dalam pekerjaan. Prosedur kerja aman meliputi Standard Operating Procedure atau SOP, Work Instruction atau WIN, Job Safety Analysis atau JSA.



4. Lingkungan kerja di area workshop.


Workshop yang baik adalah worskhop yang mendukung lingkungan kerja yang baik. Bangunan workshop memiliki fasilitas sebagai berikut :


a) Demarkasi

Demarkasi merupakan suatu penandaan dilantai kerja berdasarkan dengan fungsinya, Penandaan lantai kerja di bedakan dari warna yang digunakan.

  • Demarkasi terlihat jelas / tidak pudar.

  • Penempatan barang sesuai dengan demarkasi yang telah ditentukan.

  • Terdapat Apar, eye wash, stop kontak, dll tidak tertutup barang / benda lain.

  • Lantai harus diberi demarkasi sesuai warna standar.

  • Warna merah sebagai tanda untuk meletakan alat pemadam kebakaran.

  • Warna abu-abu sebagai tanda untuk area kerja.

  • Warna hijau sebagai tanda untuk area jalan.

  • warna coklat sebagai tanda untuk menyimpan atau menumpuk barang.

  • warna orange sebagai tanda untuk area listrik.

  • warna kuning dengan strip hitam sebagai tanda adanya beda ketinggian antara satu area dengan area lain.

  • warna merah dengan strip putih sebagai tanda untuk penempatan alat pemadam api ringan atau APAR.

  • warna putih sebagai tanda pembatas antar demarkasi.


b) Pencahayaan

Pencahayaan merupakan faktor yang sangat penting, terutama bagi karyawan yang bekerja pada malam hari. pastikan workshop memiliki pencahayaan yang cukup untuk menerangi seluruh area pekerjaan.


c) Lantai kerja

Lantai kerja pun harus diperhatikan dalam bekerja di workshop. Lantai kerja harus bersih dari barang-barang yang dapat menyebabkan karyawan bisa tersandung dan terjatuh. Lantai kerja pun wajib di bersihkan setelah perkerjaan selesai.

Lantai workshop harus di concrete, tidak pecah2 / berlubang, dan Kondisi lantai bersih dan tidak licin.


d) Drainase

Workshop yang baik juga memiliki sistem drainase atau sistem penyaluran air yang terawat. Drainase di workshop harus dipisahkan antara drainase air hujan dengan drainase oli, drainase harus dirawat dengan baik.

  • Drainase mengelilingi workshop dan tidak rusak.

  • Drainase harus terpisah dengan drainase air hujan.

  • Drainase harus ada penutup dan kondisi aman.

  • Drainase tidak tersumbat dan aliran airnya mengalir dengan lancar.


e) Oil Trap

Saluran drainase harus menuju oil trap, di tempat ini air yang terkontaminasi dengan oli dapat dipisahkan, oil trap minimal memiliki 3 kompartemen. Rawatlah oil trap agar air yang tercemar dengan oli tidak mencemari lingkungan.

  • Oil trap minimal 3 kompartemen.

  • Oil trap diberi penutup / pagar pengaman.

  • Outlet oil trap tertutup / menuju mud pond dan dilakukan recycle (daur ulang), terpasang lay out oil trap.

  • Oil trap selalu dibersihkan (tidak ada genangan oli/minyak, ketebalan sludge minimal 15 cm).

  • Ada jadwal pembersihan, PIC oiltrap terpasang, tongkat pengukur tersedia dan terawatt.


5. Gudang atau Warehouse

Area workshop juga mempunyai tempat penyimpanan barang yang disebut gudang atau warehouse, aktivitas di warehouse mempunyai resiko pekerjaan yang tinggi. Aktivitas tersebut meliputi pengangkatan barang dengan alat atau forklift dan pengangkatan barang secara manual.


Karyawan yang mengoperasikan forklif harus memiliki ijin, Pastikan prosedur untuk pengangkatan barang menggunakan forklift dijalankan. karyawan yang mengoperasikan forklift dilarang menggunakan telepon selular atau handphone. Karyawan dilarang melintas atau bekerja dibawah alat angkat forklift. Untuk pengangkatan barang secara manual berat barang tidak lebih dari 18 kg. Pastikan karyawan melakukan sesuai dengan prosedur, jangan mengangkat barang dengan posisi badan membungkuk.

Apabila menempatkan barang di rak atas atau yang tidak terjangkau, gunakanlah tangga. Pastikan barang dipindahkan secara bergiliran atau di transfer ke tempatnya.


6.Pengelolaan limbah

Workshop menghasilkan banyak limbah seperti limbah organik, limbah an-organik dan limbah B3, semua limbah tersebut harus dikelola dengan baik dengan menyediakan tempat sampah sesuai dengan jenisnya.

  • Limbah organik, seperti sisa makanan atau limbah domestik dan limbah dapur.

  • Limbah an organik, seperti botol atau gelas plastik, kertas, logam dan besi.

  • Limbah B3, seperti oli, solar, bensin dan grease bekas sisa produksi.

Diarea workshop pun perlu memperhatikan kesehatan dan perlindungan lingkungan, antara lain diterapkan dengan adanya tempat sampah dan dibagi sesuai dengan jenisnya. Organik, an organik dan B3.

Tempat sampah berwarna hijau untuk limbah organik seperti sisa makanan atau limbah domestik dan limbah dapur.

Tempat sampah berwarna merah untuk Limbah an-organik seperti botol atau gelas plastik, logam dan besi.

Tempat sampah berwarna hitam untuk Limbah B3 seperti oli, solar, bensin dan grease bekas sisa hasil produksi.


Area workshop pun wajib memiliki TPS limbah B3 sebagai tempat pengumpulan sementara sebelum limbah tersebut diproses atau dipindahkan ke TPA.


TPS Limbah B3, meliputi :


B3 Padat :

  • Bangunan bagian luar, dinding, atap dan pintu dalam kondisi baik dan bersih.

  • Papan nama TPS terdapat nomer SK Ijin, periode ijin, titik koordinat yang masih berlaku.

  • Sekeliling bangunan tps tidak tergenang air.

  • Tidak ada ceceran limbah B3 langsung ke tanah atau air disekitar area tps lb3.

  • Bangunan bagian dalam, dinding, kuda-kuda, wire mesh dalam kondisi baik dan bersih.

  • Lantai concrete tidak berlubang, demarkasi jelas, tidak retak, bersih dari ceceran minyak dan debu.

  • Saluran drainase dalam bangunan tps lb3 bersih dari lumpur, sampah, saluran lancar.

  • Sistem penyimpanan dengan sistem blok/sel yang terpisah oleh gang/tanggul.

  • Semua drum yg siap kemas dalam keadaan tertutup, tutup terikat, ditempatkan di atas palet, drum sudah dipasang simbol & label.

  • Terpasang dan terdata dengan baik neraca lb3 dalam papan informasi logbook lb3.

CAIR :

  • Struktur penyangga tangki dalam kondisi baik / palet dalam kondisi baik, mampu menampung drum.

  • Kemasan drum/ibc dalam kondisi baik (tidak berkarat, tidak bocor, tidak penyok, & tidak retak).

  • Kemasan tangki dicat, cat dalam kondisi baik tidak mengelupas, terpasang simbol lb3 tangki.

  • Jalur pipa oli bekas dalam kondisi baik (tidak berkarat, tidak bocor/retak), warna demarkasi sesuai.

  • Peralatan pengeluaran (dispensing ) bebas dari kebocoran ataupun tetesan.

  • Tanggul penahan dan bak kontrol dalam kondisi baik dan terawat (tidak retak, rata).

  • Tanggul penahan bebas dari bahan-bahan yang mudah terbakar (daun, rumput, slang tidak terpakai, dll.).

  • Sekeliling bangunan tps dan tanggul tidak tergenang air, noda/tetesan oli.

  • Papan nama TPS terdapat nomer SK Ijin, periode ijin, titik koordinat yang masih berlaku, terawatt.

  • Bangunan dalam TPS bebas dari barang yang tidak diperlukan.

  • Terpasang dan terdata dengan baik neraca lb3 dalam papan informasi logbook lb3.


Atap

  • Atap harus permanen menutupi seluruh area kerja.

  • Atap tidak bocor dan diberikan talang air.

  • Tidak ada sarang laba2 / kotoran yang menempel.


Rak/ Lemari

  • Rak / lemari di cat rapi dan kondisi bersih.

  • Barang disusun rapi.

  • Tidak ada bahan mudah terbakar / barang lain yang tidak semestinya.


Rambu, Poster, Papan Informasi & Identitas Area

  • Safety sign / rambu.

  • Terdapat kampanye K3LH dan terawat (poster, spanduk dsb).

  • Papan informasi (informasi, statistik kecelakaan, dll ) dan terawatt.

  • Papan nama indentitas Workshop dan terawat.

  • Indentitas Area (ruang istirahat, tool room, kantor, dll ) dan terawat.


Pengelolaan Sampah

  • Tersedia tempat sampah minimal setiap 2 bay 1 set (organik, an organik dan B3).

  • Tempat sampah di kasih warna standar & tidak pudar (organik=hijau ; an organik=merah ; B3 = hitam).

  • Sampah di buang pada tempat sampah yang disediakan seseuai dengan karakteristiknya.

  • Sampah tidak menumpuk di area workshop, ada jadwal perawatan dan PIC pengelolaan sampah.


Fasilitas Sanitasi

  • Jumlah toilet sesuai dengan kebutuhan (minimal 1 per 15 orang karyawan ).

  • Ruang WC bersih dan terawat.

  • Air bersih yang cukup dan tidak terdapat jentik nyamuk.

  • Kelengkapan toilet (minimal = cebok/gayung, sabun, lap pengering, cermin).

  • Ada jadwal pembersihan, PIC dan terpasang.

Setiap perusahaan memiliki regulasi yang berbeda, pastikan anda mengetahui dan menaati sesuai regulasi di perusahaan anda.


Jika anda membutuhkan safety video, safety sign, safety poster, safety handbook, safety stiker, label LB3, stiker label B3, tag loto dan media kampanye HSE lainnya, silahkan email ke info@andromeda.id. atau bisa menghubungi di 0895708137373


tag LOTO, video safety induction, video k3, video safety induksi kantor, induksi karyawan, video induksi tamu, jasa video safety,induction video,jasa video hse,safety poster,bekerja di ketinggian,alat pelindung diri,APD, APAR, Helm safety, video she, pertamina,video safety tambang,video safety mining tambang



3 views0 comments